Prediksi Togel — Sebuah insiden tragis kembali terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Seorang remaja berinisial MDJ (16) tewas setelah diduga tertembak senapan angin dalam aksi tawuran yang pecah di Kecamatan Tallo pada Jumat (21/11/2025) dini hari.
Menurut Plh Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Muhammad Ridwan, bentrokan ini melibatkan dua kelompok pemuda dari Jalan Layang dan Jalan Tinumbu Lorong 148. “Saat anggota tiba, tawuran sudah bubar. Kami baru mengetahui ada korban setelah dia meninggal dunia,” ujar Ridwan.
Korban Diduga Hanya Penonton
Kapolsek Tallo, Kompol Syamsuardi, membenarkan bahwa korban tewas akibat proyektil peluru senapan angin yang menembus dada kirinya. Yang lebih memilukan, informasi dari lingkungan setempat menyebutkan bahwa korban diduga hanya berada di lokasi sebagai penonton saat tiba-tiba peluru menghujam dadanya.
Syamsir, Plt Ketua RT/RW setempat, menuturkan bahwa MDJ adalah seorang pelajar SMA kelas 2. “Dia sempat pamit kepada orang tuanya pada Kamis malam untuk keluar. Nahas, berita duka datang pada Subuh,” kisahnya. Jenazah korban telah dibawa ke Kabupaten Soppeng untuk dimakamkan.
Eskalasi Konflik dan Upaya Penanganan
Ini bukan korban pertama dalam konflik yang telah berlarut-larut di kawasan tersebut. Sebelumnya, seorang pemuda bernama Sutte alias Civas juga tewas dengan cara serupa. Pemakaman Civas memicu eskalasi lanjutan, dimana 13 rumah dilaporkan ludes terbakar diduga dibakar oleh pelaku tawuran.
Merespons situasi ini, kepolisian telah mengerahkan pasukan tambahan termasuk Brimob untuk mencegah bentrokan susulan. “Kami sudah berkoordinasi untuk penebalan pasukan Brimob guna mengamankan lokasi,” tegas Ridwan.
Tim gabungan Polrestabes Makassar, Polda Sulsel, Brimob Sulsel, dan TNI kini tengah beroperasi di lokasi. Mereka telah berhasil menangkap satu pelaku penembakan dan masih memburu 10 orang terduga pelaku pembakaran.
Konflik Berkepanjangan sejak 1989
Konflik di kawasan Tallo yang melibatkan Kampung Sapiria, Borta, Jalan Lembo, dan sekitarnya ternyata telah berlangsung sejak 1989. Sumber konflik didasari dendam lama yang tak kunjung terselesaikan.
Spekulasi juga muncul bahwa kawasan rawan ini dimanfaatkan oleh para bandar narkotika. Diduga, aksi tawuran sengaja diciptakan untuk mengalihkan perhatian dan memuluskan peredaran narkoba di lokasi setempat.
Dengan rentetan kejadian berdarah ini, upaya penyelesaian konflik secara komprehensif dan berkelanjutan semakin mendesak untuk dilakukan, tidak hanya melalui pendekatan keamanan, tetapi juga sosial dan ekonomi.