Jakarta – Bangladesh saat ini dipimpin oleh pemerintah sementara, usai terjadinya gelombang protes mahasiswa yang menggulingkan PTTOGEL Mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina.

Diketahui protes yang dipimpin mahasiswa ini awalnya menuntut reformasi dalam sistem kuota kerja pemerintah, tetapi berkembang menjadi gerakan yang menentang otoritarianisme dan korupsi.

Akibat ketegangan politik yang terjadi, Hasina pun telah mengundurkan diri dan meninggalkan negaranya pada Agustus 2024. Adapun kekuasaan Hasina di Bangladesh telah berjalan 15 tahun.

Setelah penggulingan Sheikh Hasina, Presiden Mohammed Shahabuddin memberi mandat kepada Muhammad Yunus untuk membentuk pemerintahan sementara, sebagai tanggapan atas tuntutan dari para pemimpin mahasiswa yang mendukung pengangkatannya. Yunus bakal memimpin Bangladesh hingga digelarnya proses pemilu.

Muhammad Yunus merupakan sosok yang awalnya jauh dari politik, awalnya di kenal sebagai seorang pengusaha, bankir, ekonom. Kiprah Yunus semakin di kenal di dunia internasional setelah dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2006 karena mendirikan Bank Grameen dan memelopori konsep kredit mikro dan keuangan mikro.

Yunus telah menerima beberapa penghargaan nasional dan internasional lainnya, termasuk United States Presidential Medal of Freedom pada tahun 2009 dan Congressional Gold Medal pada tahun 2010. Dia juga salah satu dari tujuh orang yang telah dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian, Medali Kebebasan Presiden Amerika Serikat, dan Medali Emas Kongres Amerika Serikat.

Sebelum ditetapkan sebagai Pemimpin Sementara Bangladesh, Yunus menjabat sebagai Penasihat Utama pemerintah sementara Bangladesh sejak 8 Agustus 2024.

Jurnalis Liputan6.com, Winda Nelfira berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Pemimpin Sementara Bangladesh Muhammad Yunus pada Kamis, 27 Maret 2025. Wawancara ini difasilitasi program China International Press Communication Center (CIPCC) 2025.

Sejumlah hal di bahas terkait dengan upaya pemulihan ekonomi nasional, penegakan demokrasi, hingga pentingnya menjaga hubungan biilateral dengan Indonesia dan negara-negara ASEAN.

Berikut wawancara Jurnalis Liputan6.com Winda Nelfira dengan Pemimpin Sementara bangladesh, Muhammad Yunus:

Terkait dengan situasi Bangladesh, apa yang sebenarnya terjadi sehingga menjadikan anda sebagai Pemimpin Sementara bagi Negara Bangladesh?

Muhammad Yunus: Mengenai perubahan di Bangladesh, kami mengalami gerakan besar yang dipimpin oleh mahasiswa. Gerakan ini menyebabkan jatuhnya rezim sebelumnya, yang sangat korup dan represif. Para mahasiswa memaksa rezim untuk meninggalkan negara (Bangladesh), sehingga pemerintahan sementara yang saat ini saya pimpin terbentuk.

Setelah proses transisi berlangsung, di bawah kepemimpinan Anda, apa langkah konkret yang anda lakukan untuk pemulihan kondisi Bangladesh saat ini?

Muhammad Yunus: Tugas utama pemerintahan sementara ini adalah mempersiapkan negara agar bisa memulai kembali dengan lebih baik. Kami berupaya mengatasi berbagai masalah yang ditinggalkan oleh rezim sebelumnya, termasuk praktik korupsi yang telah merusak sistem ekonomi negara. Prioritas kami adalah memulihkan ekonomi, mengembalikan fungsi pemerintahan, serta mereformasi institusi yang telah hancur.

Untuk itu, kami telah membentuk serangkaian komisi reformasi, total ada 15 komisi yang dipimpin oleh tokoh-tokoh penting di negara ini. Saat ini, mereka telah menyerahkan laporan reformasi. Setelah delapan bulan, kami mulai mendistribusikan laporan tersebut kepada partai politik dan masyarakat umum, agar semua orang mengetahui rekomendasi yang diajukan. Kami juga meminta partai politik untuk menyatakan mana saja rekomendasi yang mereka setujui, mana yang tidak, dan mana yang ingin mereka tinjau ulang.

Hasilnya akan disusun dalam sebuah dokumen yang mencantumkan seluruh usulan reformasi yang telah disepakati oleh sebagian besar partai. Nantinya, kami akan meminta mereka untuk menandatangani dokumen tersebut, yang akan disebut Piagam Juli. Piagam ini akan menjadi kesepakatan nasional yang mengikat semua pihak.

Peran Penting Indonesia dan Negara-Negara ASEAN

Pemimpin Sementara Bangladesh Muhammad Yunus saat berbincang dengan Liputan6.com dalam forum China International Press Communication Center (CIPCC) 2025. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Pemimpin Sementara Bangladesh Muhammad Yunus saat berbincang dengan Liputan6.com dalam forum China International Press Communication Center (CIPCC) 2025.

Bagaimana dengan proses Pemilu? Kapan Pemilu Bangladesh akan digelar mengingat Piagam Juli untuk mereformasi pemerintahan tengah dipersiapkan?

Muhammad Yunus: Sementara itu, kami juga mempersiapkan pemilu. Beberapa reformasi bisa langsung kami terapkan, tetapi tidak semuanya dapat dilakukan dalam waktu singkat. Kami ingin menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan hasil pemilu.

Kami telah menetapkan bulan Desember tahun ini sebagai jadwal pemilu. Namun, jika masyarakat dan partai politik menginginkan lebih banyak reformasi sebelum pemilu, mereka dapat memutuskan untuk menundanya hingga enam bulan, yaitu sampai akhir Juni. Jadi, antara Desember dan Juni, pemilu akan dilaksanakan. Setelah itu, pemerintahan sementara akan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan yang terpilih secara demokratis. Itulah yang sedang kami upayakan.

Mungkin anda bisa berbagi soal bagaimana komunitas internasional, termasuk Indonesia dan negara-negara ASEAN dapat mendukung proses demokrasi di Bangladesh?

Muhammad Yunus: Indonesia telah menunjukkan dukungan yang sangat terbuka bagi kami dalam berbagai cara. Kami juga sedang mengajukan keanggotaan di ASEAN agar bisa bekerja sama dalam forum tersebut. Indonesia dengan cepat memberikan dukungannya kepada kami, bersama dengan Malaysia.

Saat ini, Malaysia menjabat sebagai ketua ASEAN. Anwar Ibrahim telah berjanji akan mendukung kami ketika keanggotaan kami dipertimbangkan.

Sumber : Hips-adachi.com

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *